Selfie atau memotret diri sendiri untuk kemudian mengunggahnya
ke jejaring sosial saat ini menjadi bagian dari gaya hidup. Bahkan,
istilah selfie kini sudah masuk dalam kamus dan ditempatkan sebagai Oxford English Dictionary's 2013 Word of The Year.
Sebuah penelitian mengungkap bahwa
melihat foto teman di Facebook, Path, Twitter atau Instagram akan membuat wanita tak lagi mensyukuri bentuk tubuhnya. Semakin sering melihat foto selfie dan foto lainnya di media sosial maka semakin sering juga memandang negatif diri sendiri.
melihat foto teman di Facebook, Path, Twitter atau Instagram akan membuat wanita tak lagi mensyukuri bentuk tubuhnya. Semakin sering melihat foto selfie dan foto lainnya di media sosial maka semakin sering juga memandang negatif diri sendiri.
Bahayanya lebih besar jika yang dilihat adalah foto-foto
teman atau orang yang mereka kenal dengan baik, dibanding saat melihat
foto selebriti.
Sejak dulu media massa memang dikenal memiliki pengaruh
besar terhadap cara seseorang memandang penampilan diri sendiri. Tapi
masih banyak yang belum mengetahui cara media sosial mempengaruhi
pandangan seseorang tentang tubuhnya sendiri.
Penelitian yang dilakukan di University of Strathclyde,
Ohio University dan University of Iowa mengatakan bahwa wanita muda
merupakan pengguna sosial media yang terbanyak dan mereka mengunggah
foto selfie lebih sering dibanding pria.
Kepada 881 mahasiswi di Amerika Serikat, para peneliti
meminta mereka menjawab beberapa pertanyaan mulai dari penggunaan
Facebook, pola makan dan olahraga hingga penilaiannya terhadap citra
diri sendiri. Hasilnya, kebiasaan mereka di sosial media tidak memiliki
pengaruh besar terhadap pola makan. Hanya saja mereka menjadi memandang
buruk tubuh mereka.
Sebab, semakin sering mereka berlama-lama di sosial media,
semakin banyak mereka membandingkan tubuh mereka dengan teman-temannya
dan semakin negatif ia lihat penampilannya.
"Sering membuka Facebook tidak membuat wanita 'memusuhi'
makanan tapi memang ada hubungannya dengan imej tubuh yang jelek," jelas
Petya Eckler dari University of Strathclyde, seperti dilansir BBC.
Menurutnya, pengaruh sosial media terhadap pembentukan
pola pikir mengenai bentuk tubuh dapat lebih berbahaya dibanding media
massa. Sebab, orang-orang yang berada di sosial media adalah orang-orang
yang mereka kenal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar